Sugeng rawuh Blog

keraton-surakarta

Berwisata Budaya ke Keraton Kasunanan Surakarta

Belum sah dikatakan dolan ke Solo kalau belum mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta. Begitulah kata banyak orang yang bercerita tentang pariwisata di Solo. Memang benar, keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah salah satu warisan budaya yang tidak boleh terlewatkan untuk dikunjungi, karena dari sinilah cikal bakal kota Surakarta ini bermula.

Night Market Ngarsopuro

Malam Mingguan di Night Market Ngarsopuro

Night Market Ngarsopuro digelar di sepanjang city walk kawasan pasar Windujenar, Ngarsopuro di depan Pura Mangkunegaran. Tepatnya di jalan Diponegoro. Ketika matahari sudah condong ke barat, di kawasan Ngarsopuro ini sudah berjejer tenda-tenda yang siap dipakai untuk berjualan produk UKM dan suvenir khas kota Solo.

Keraton surakarta

Sejarah Singkat Kota Surakarta

Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta.

blontea teh pokil

Blontea, Ramuan Teh Melati Tradisi Wong Solo

Blontea adalah salah satu oleh-oleh khas Solo yang layak dicoba. Blontea adalah ramuan teh yang terdiri dari berbagai jenis teh yang kemudian dicampur dengan kadar masing-masing, agar bisa menghasilkan sebuah cita rasa teh yang harum dan kental ciri khas teh Solo. Terinspirasi dari tradisi ala Jayengan, Blontank Poer kemudian mencoba mengimplementasikan keahlian yang sudah ditekuninya sejak kecil dengan mengoplos teh dari berbagai jenis dan merk untuk menghasilkan teh yang dahsyat.

Mencicipi Gurihnya Abon Mesran Dari Kalilarangan

Saat berkunjung ke Solo, terasa kurang jika belum mampir ke pusat oleh-oleh Pak Mesran. Nama Mesran diambil dari nama pemiliknya yaitu pak Mesran Mistopawiro. Toko oleh-oleh yang buka di daerah Kalilarangan ini merupakan tempat yang rekomendid untuk berburu kuliner dari kota Solo.

Mengenal Asal Usul Nama Jebres

Jebres berasal dari nama seorang berkebangsaan Belanda bernama J.Pressen, beliau adalah pengusaha kaleng susu. Bekas Rumah tempat tinggal J.Pressen terletak di sebelah utara Stasiun Jebres. Rumah ini berdekatan dengan rumah seorang pengusaha pemerahan susu sapi bernama M.Ming (daerah itu sekarang dikenal dengan nama Kampung Ngemingan).

Pasar Klewer

Gajahan, Tempat Kandang Gajah Milik Raja

Kampung Gajahan terletak di sebelah barat Kompleks Kraton. Dahulu, Gajahan merupakan kandang Gajah milik Raja. Berdekatan dengan kampung Sraten, yang mana adalah tempat tinggal abdi dalem pengurus Gajah Raja. Di kampung Gajahan terdapat Dalem Hadiwijayan dan Jayakusuman.

Stasiun Balapan Solo

Stasiun Balapan, Tempat Pacuan Kuda Pada Masa Mangkunegara VII

Tak banyak yang tahu, kenapa stasiun ini bernama Balapan. Kisah tentang nama Balapan sendiri sebenarnya cukup sederhana, namun sejarah berdirinya stasiun Balapan ini tetap menarik untuk disimak. Dari sini kita juga bakal tahu tentang sejarah perkerataapian di Solo. Lahan yang sekarang menjadi Stasiun Balapan dulunya merupakan Alun-Alun Utara milik Keraton Mangkunegaran.