Tagged: kota solo

blontea teh pokil

Blontea, Ramuan Teh Melati Tradisi Wong Solo

Blontea adalah salah satu oleh-oleh khas Solo yang layak dicoba. Blontea adalah ramuan teh yang terdiri dari berbagai jenis teh yang kemudian dicampur dengan kadar masing-masing, agar bisa menghasilkan sebuah cita rasa teh yang harum dan kental ciri khas teh Solo. Terinspirasi dari tradisi ala Jayengan, Blontank Poer kemudian mencoba mengimplementasikan keahlian yang sudah ditekuninya sejak kecil dengan mengoplos teh dari berbagai jenis dan merk untuk menghasilkan teh yang dahsyat.

Mencicipi Gurihnya Abon Mesran Dari Kalilarangan

Saat berkunjung ke Solo, terasa kurang jika belum mampir ke pusat oleh-oleh Pak Mesran. Nama Mesran diambil dari nama pemiliknya yaitu pak Mesran Mistopawiro. Toko oleh-oleh yang buka di daerah Kalilarangan ini merupakan tempat yang rekomendid untuk berburu kuliner dari kota Solo.

Mengenal Asal Usul Nama Jebres

Jebres berasal dari nama seorang berkebangsaan Belanda bernama J.Pressen, beliau adalah pengusaha kaleng susu. Bekas Rumah tempat tinggal J.Pressen terletak di sebelah utara Stasiun Jebres. Rumah ini berdekatan dengan rumah seorang pengusaha pemerahan susu sapi bernama M.Ming (daerah itu sekarang dikenal dengan nama Kampung Ngemingan).

Pasar Klewer

Gajahan, Tempat Kandang Gajah Milik Raja

Kampung Gajahan terletak di sebelah barat Kompleks Kraton. Dahulu, Gajahan merupakan kandang Gajah milik Raja. Berdekatan dengan kampung Sraten, yang mana adalah tempat tinggal abdi dalem pengurus Gajah Raja. Di kampung Gajahan terdapat Dalem Hadiwijayan dan Jayakusuman.

Stasiun Balapan Solo

Stasiun Balapan, Tempat Pacuan Kuda Pada Masa Mangkunegara VII

Tak banyak yang tahu, kenapa stasiun ini bernama Balapan. Kisah tentang nama Balapan sendiri sebenarnya cukup sederhana, namun sejarah berdirinya stasiun Balapan ini tetap menarik untuk disimak. Dari sini kita juga bakal tahu tentang sejarah perkerataapian di Solo. Lahan yang sekarang menjadi Stasiun Balapan dulunya merupakan Alun-Alun Utara milik Keraton Mangkunegaran.

Gule-Goreng-Pak-Samin

Renyahnya Gule Goreng Pak Samin

Gule goreng disajikan terpisah dengan kuah gule, Anda bisa memakannya dengan nasi, atau di-gado saja sebagai camilan. Rasa gulgor ini benar-benar gurih dan garing kriuk! Harga satu porsi gule goreng Rp 15.000. Pak Samin memulai usahanya sejak tahun 1967. Setiap harinya Pak Samin membutuhkan 2-3 ekor kambing untuk warungnya, kambing yang digunakan pun hanya kambing yang masih berusia muda.

Tongseng-Buntel

Tongseng Buntel dari Warung Min Sinthong

Kalau Anda mencari sentra sate kambing di Solo, coba mampir ke Daerah Pasar Kliwon. Di sini tak terhitung lagi berapa banyak warung sate kambing yang ada. Pasar Kliwon terkenal sebagai kampung Arab di Solo, kesukaan warga Arab untuk menyantab menu daging kambing mungkin ikut mempengaruhi banyaknya warung sate kambing di Pasar Kliwon.

Tahu Kupat Pak Gombloh

Tahu kupat adalah salah satu makanan khas dari Solo, masakan ini memang mirip dengan tahu gimbal dari Semarang. Tahu kupat terdiri dari tahu goreng, kupat (ketupat), bakwan, mie kuning, tauge, dan kol. Bahan-bahan itu lalu diguyur air bawang putih dan kuah kecap, di atasnya ditaburi irisan daun seledri dan kacang goreng. Anda bisa menambahkan cabai rawit sesuai selera.